Potensi Ternak Domba

      Comments Off on Potensi Ternak Domba

Berawal dari melihat pengalaman seorang rekan, pria berkacamata asal Jakarta ini akhirnya terjun ke dunia ternak domba potong. Hirzi Afif, tidak kurang dari 2 tahun belakangan ini bersama dengan rekan fokus menggeluti ternak domba.

Kini, ia telah mendirikan kandang berkapasitas tidak kurang 400 ekor di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor bersama dengan nama El’ Ardi Farm. “Latar belakang menggeluti usaha domba, karena saya melihat prospek usaha ternak domba lumayan menggiurkan. Pemain ternak domba skala besar tetap belum lumayan banyak, untuk harga pun terbilang lumayan stabil apalagi condong naik. Potensi inilah yang menarik usaha ternak domba untuk dikembangkan,” katanya.

Mulai belajar pada seorang peternak domba senior di pertengahan 2016, memicu Afif mantap merenovasi kandang ayam yang telah lama tidak terpakai jadi kandang domba. “Saya menjadi bersama dengan 75 ekor yang terdiri dari jantan 55 ekor dan betina 20 ekor. Kala itu, untuk pejantan pelihara usia muda, namun betinanya yang tengah dalam keadaan bunting karena inginkan dikembangbiakan,” tuturnya.

Lanjut Afif, kandang berikut menjadi diisi pada awal 2017. “Dari jantan 55 ekor yang sukses digemukan kira-kira 25 – 30 ekor, bibit disita lebih dari satu dari kandang peternak yang berlokasi di tempat Kabupaten Bogor dan tempat Jampang, Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Diakuinya, tersedia lebih dari satu bibit yang tidak sukses digemukkan, berarti bobot badan naiknya tidak layaknya yang diinginkan. Faktor kualitas bibit memegang porsi terbesar untuk kesuksesan penggemukan ternak domba dorper.

Dari awal telah bekerja serupa jalan bertiga bersama dengan teman. “Modal awal saat itu sebanyak Rp 150 juta, ongkos berikut telah termasuk ongkos renovasi kandang, bibit, dan pakan sepanjang 7 bulan pemeliharaan hingga panen saat Idul Adha September 2017,” katanya.

 

Potensi Ternak Domba

Menurut Afif, usaha domba tetap amat potensial. Ia membawa target untuk memperluas pasar domba dan kambing di Jakarta bersama dengan domba-domba berkualitas. “Kambing amat nyaman untuk dikonsumsi, jikalau kami melawan bersama dengan domba langsung dari peternak rakyat yang belum dirawat tentu tidak bakal dapat melawan, maka itu harus bersama dengan ternak yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, domba merupakan alternatif lain yang tidak kalah kualitasnya. “Ketika di head to head bersama dengan kambing, domba hasil penggemukan harganya jauh lebih murah. Artinya, bersama dengan uang yang lebih sedikit namun mendapat barang kualitas sama,” tuturnya.

Menurut Afif, daging domba pun lebih baik dari daging kambing. Tampilan domba lebih bersih sehingga hasilnya lebih baik pula. “Ternak kami di tawarkan untuk pasar di Jakarta dan Tangerang Selatan,” katanya.

Rencana ke depan bakal konsisten tumbuh bukan hanya untuk pasar Idul adha namun di aqiqah dan produk hilir. “Peternakan ini tetap mengurus badan usahanya, target kami adalah jadi peternakan besar. Senantiasa bersinergi bersama dengan peternak lain, persaingan memang lelah namun untuk pengembangan hal tentu diperlukan,” tandas Afif.

 

Manajemen Pemeliharan

Harga bibit domba betina yang dipakai Afif berkisar Rp 1,2 – 1,5 juta, saat domba jantan memakai domba Garut seharga Rp 4 jutaan. Saat ini populasi yang ia pelihara lebih kurang 300 ekor. “Untuk harga jual, yang kami terapkan bergantung bobot badan. Domba bertanduk dihargai Rp 65 ribu per kg, harga ini bakal jadi mahal mendekati Idul Adha. Sedangkan domba betina kira-kira Rp 1,5 juta per ekor,” paparnya.