Pelaku dan Jenis Pasar Modal Yang Ada di Indonesia

      Comments Off on Pelaku dan Jenis Pasar Modal Yang Ada di Indonesia

Pelaku dan Jenis Pasar Modal Yang Ada di Indonesia

 

Pelaku utama dan lembaga penunjang pasar modal yang terlibat langsung dalam proses transaksi antar pelaku utama adalah sebagai berikut:

Perusahaan yang menjual sekuritas seperti saham atau obligasi.

Investor adalah individu yang membeli atau menanamkan modalnya pada perusahaan yang menerbitkan sekuritas.

Penjamin adalah perusahaan keuangan yang menjamin penjualan saham atau obligasi dalam jangka waktu tertentu dan dapat menagih jumlah yang diminta oleh penerbit.

Agen Penjual, orang atau badan yang menjual efek dari perusahaan yang berencana untuk “Go Public” tanpa terlebih dahulu membuat kontrak dengan penerbit.

Broker bertindak sebagai perantara dalam pembelian dan penjualan sekuritas antara penjual (emiten) dan pembeli (investor).

 

Kelembagaan dan Struktur Pasar Modal Indonesia

Ada banyak lembaga dan sistem pasar modal di Indonesia. Di Indonesia terdapat lembaga pasar modal sebagai berikut:

Sebagai pengawas seluruh kegiatan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan mengambil alih tugas Badan Pengawas Pasar Modal.

Indonesia kini memiliki dua bursa efek: Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, namun pada akhir tahun 2007, Bursa Efek Surabaya digabungkan dengan Bursa Efek Jakarta menjadi Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan Sekuritas

Lembaga Kliring dan Penjaminan adalah perusahaan kliring dan penjaminan Indonesia yang saat ini dikelola oleh PT. Kliring dan Penjaminan Indonesia (PT. KPEI)

PT saat ini merupakan lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI)

 

Jenis Pasar Modal

Pasar modal Indonesia diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis berdasarkan cara operasinya. Namun, investor yang tidak berpengalaman harus fokus pada dua jenis pasar: pasar utama dan pasar sekunder.

Begini Cara kerjanya.

 

1. Penawaran umum perdana

Pasar primer adalah tempat emiten memperdagangkan sekuritas mereka untuk pertama kalinya sebelum membuatnya tersedia untuk masyarakat umum. Emiten dan lembaga pendukung IPO biasanya menetapkan harga sekuritas terkait pada tahap ini berdasarkan jumlah investor yang berminat masuk dan harga yang mereka masukkan pada tahap bookbuilding.

Sebelumnya, investor harus membuka rekening di perusahaan sekuritas yang menjadi penjamin emisi emiten yang menerbitkan saham terkait untuk membeli saham di pasar sekunder (tetap IPO). Misalnya, jika emiten A menerbitkan saham melalui jasa perusahaan sekuritas B, investor harus terlebih dahulu membuka rekening di bisnis B untuk membeli dan menjual saham.

Investor kini harus membuka rekening di e-IPO.co.id terlepas dari perusahaan sekuritas yang digunakan. Anda tidak hanya dapat membeli saham langsung dari halaman ini, tetapi Anda juga dapat melihat perusahaan mana yang merencanakan IPO dan detail bisnisnya.

 

2. Pasar sekunder

Pasar sekunder adalah tempat investor dapat menjual saham atau sekuritas lain yang dibeli di pasar primer kepada investor lain. Dengan kata lain, di pasar ini investor akan berinteraksi dengan investor lain daripada emiten.

Sebelumnya, untuk memperdagangkan efek di pasar sekunder, investor harus melakukan order di BEI melalui bisnis sekuritas yang terhubung secara offline. Namun, seiring kemajuan teknologi, investor kini hanya dapat memperdagangkan sekuritas melalui aplikasi perdagangan yang dipasang di ponsel pribadi mereka.

Anda dapat memahami semuanya dengan mengikuti Kelas Pasar Modal Syariah, yang akan menjelaskan pasar modal Indonesia secara lengkap.