Kisah 2 teman bangun perusahaan logistik berbasis digital

      Comments Off on Kisah 2 teman bangun perusahaan logistik berbasis digital

Jakarta, 22/6 (harian muria) – Memiliki perusahaan sendiri adalah virtual bagi poly anak belia pada Indonesia. Tetapi tentunya, hal tadi bukanlah virtual yg menggunakan gampang bisa dicapai. Kendati demikian, Robin beserta Harun & kolega lainnya berhasil menandakan bahwa virtual bisa diwujudkan menggunakan kekompakan & kerja keras.

 

Seperti yg dikisahkan sang Robin, founder berdasarkan PT Ondel Teknologi Indonesia bahwa perusahaan tadi awalnya didirikan olehnya beserta menggunakan teman-temannya. Tetapi dalam waktu itu, mereka belum mempunyai investor buat bisa memodali mereka memulai sebuah bisnis jasa pengiriman.

 

Akhirnya, lantaran tekad yg kuat, Robin & teman-temannya yg lain pun saling manunggal buat bisa beserta-sama memulai sebuah perusahaan. Selain menyatukan kemampuan masing-masing pada bidangnya, mereka pula saling berpatungan buat mendanai perusahaan yg akan mereka untuk.

 

“Kita mulai berdasarkan anak-anak belia yg berpatungan. Jadi kita patungan buat menciptakan satu perusahaan kecil. Dulu tempat kerja kita itu hanya pada ruko. Jadi kita berdasarkan kocek sendiri untuk perusahaan, sama-sama membantu, berdasarkan kapital sangat minim sekali,” istilah Robin pada ANTARA, Rabu.

 

Rekomendasi Wisata Kali Bening Jepara Jadi Wisata

 

“Kita ini berdasarkan latar belakang yg tidak sama. Dari latar pendidikan yg tidak sama pula. Tapi kita punya satu tujuan yaitu bagaimana kita sanggup berkontribusi ke bangsa & negara meskipun kita pada usia yg masih belia,” imbuhnya.

 

Seiring berjalannya waktu, menggunakan bisnis keras yg dilakukan sang Robin & teman-temannya, mereka pun akhirnya menerima investor berdasarkan perusahaan-perusahaan akbar . Akan tetapi, mereka tidak sembarang mendapat investor. Robin mengungkapkan bahwa mereka mendapat investor yg mempunyai visi yg sama menggunakan perusahaannya.

 

“Lalu lalu puji syukur poly investor berdasarkan perusahaan-perusahaan akbar  yg aku  nggak sanggup sebut satu per satu. Itu mereka memang berniat investasi. Tapi balik  lagi, kami mendapat investor yg sejalan menggunakan visi kami,” ujar Robin.

 

Lebih lanjut beliau menceritakan, alasan dirinya & teman-temannya mendirikan perusahaan jasa kirim lantaran mereka memandang bahwa tantangan yg sampai sekarang   masih dirasakan sang warga  Indonesia merupakan jasa pengiriman. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga, pengiriman barang adalah tantangan akbar  yg dihadapi sang warga .

 

“Jadi kita lihat tantangan yg pertama merupakan masalah berdasarkan pengiriman pada Indonesia. Lantaran kan negara kepulauan, jadi buat pengiriman itu sangat challenging. Lantaran pada pulau. Banyak ribuan pulau. Dan kita lihat itu tantangan yg kita wajib  jawab,” papar Robin.

 

Kendati demikian, Robin tidak ingin hanya menciptakan jasa pengiriman biasa. Dia & teman-temannya pun ingin menghadirkan sebuah kemudahan pada pengiriman barang bagi warga . Oleh karena itu, pada era digitalisasi kini   ini, Ondelivery bisa dipakai menggunakan gampang melalui pelaksanaan On Apps.

 

“Kita menggabungkan berdasarkan kerja keras, pula kemampuan pada menciptakan satu sistem dan satu apps. Itu kan jadi sebuah kerja sama antar anak belia buat tujuan on delivery mempunyai pengaruh bagi Indonesia,” celoteh Robin.

 

Dalam pembuatan pelaksanaan buat Ondelivery, Robin pun lalu bekerja sama menggunakan Harun, temannya, yg adalah lulusan berdasarkan galat  satu universitas pada China.

 

Bagi Harun sendiri, pergi ke Indonesia buat memajukan Tanah Air adalah tujuan & virtual berdasarkan dirinya. Oleh karena itu, Harun pun berusaha berbagi sebuah pelaksanaan buat Ondelivery yg akan memudahkan para pengguna buat mengirim barang, terutama para pegiat UMKM.

 

“Kita-kita terdapat beberapa yg berdasarkan luar negeri. Jadi kita putusan bulat gimana Indonesia nggak tertinggal, wajib  maju. Saya langsung kan berdasarkan China, jika contohnya lihat logistik China daratan itu luar biasa. Jadi gimana caranya izin   aku  telah belajar pada negeri orang, aku  pulang  ke Indonesia, bawa ilmunya & coba terapkan pada sini,” istilah Harun.

 

“Kita melihat jasa delivery ini sangat urgent waktu ini yg diperlukan sama warga . Yang tersebut menjawab soal harga & ketepatan waktu. Di situ kita akhirnya ‘Oke kita kerjakan ini dulu’ gitu,” timpal Robin.

 

Tak hanya berhenti hingga pada sini, Robin & kawan-kawannya pula sedang pada proses buat berbagi lagi produk juga pelaksanaan buat semakin memudahkan warga  terutama pedagang yg ingin beralih ke digital.

 

“Nanti kita pula akan luncurkan pula unit bisnis lain yg nyambung menggunakan bisnis Ondelivery. Mungkin akan kita kasih terali pada grand launching ya. Kita akan terdapat peluncuran apps atau produk tidak sama, akan tetapi melengkapi,” ujar Robin.

 

“Target kita pada 2022 ini kita akan meng-cover semua Jawa menggunakan Armada sendiri ya. Kita pula berharap pada tahun ini kita membuka 300 outlet pada semua Jawa. Jadi, 300 outlet ini dibutuhkan bisa mempermudah proses pengiriman barang,” tutupnya.

 

PT Ondel Teknologi Indonesia adalah sebuah perusahaan start-up berbasis teknologi karya anak bangsa yg berkecimpung pada bidang jasa pengiriman barang & logistik. Sejauh ini, Ondelivery yg bermarkas sentra pada Kelapa Gading, Jakarta Utara, mempunyai layanan yg majemuk misalnya same-day, service, next day service, regular service, cash on delivery, cargo service, & frozen food service.