Gas Ikutan (Associated Gas)

      Comments Off on Gas Ikutan (Associated Gas)

Gas ikutan yang terakumulasi di dalam minyak mentah disebabkan oleh 2 dua hal, pertama yaitu gas yang ikut larut ke dalam minyak mentah melalui suatu formasi, serta gas ikutan telah mengalami penjenuhan pada tempat penampungan penyimpanan minyak sehingga tekanan dan temperatur gas berada di bawah batas maksimum.

Karena tekanan inilah sehingga membuat gas terdorong ke atas. Perlu juga diketahui bahwa terdapat kondisi tententu dimana hidrokarbon terhadap gas ikutan akan mengalami perubahan bentuk menjadi gas maupun minyak, serta bisa juga mengalami pengembunan.

Sumur minyak yang mengandung gas ikutan (associated gas), sebenarnya telah terjadi pemisahan secara alami antara kedua zat tersebut karena berbeda berat jenis. Ketika proses produksi migas, terdapat hal penting yang perlu diperhatikan yaitu menjaga tekanan reservoir.

Selain itu, tekanan dari hydrokarbon sebaiknya tetap berada pada tekanan maksimum yakni antara 20% hingga 35%. Tahap produksi ini umumnya menggunakan mesin proses untuk penyulingan gas ikutan. Pressure atau tekanan gas ikutan dapat dimanfaatkan bila tekanan dari dalam reservoir mengalami penurunan, serta dapat juga dimanfaatkan untuk proses penyaringan.

Namun masalahnya, ketika dilakukan penyulingan gas ikutan, kemungkinan akan berdampak buruk terhadap aliran minyak mentah serta akan berpengaruh terhadap proses produksi. Kebanyakan perusahaan-perusahaan migas enggan untuk mengolah langsung menyak mentah tanpa penghilangan gas ikutan, alasannya ialah ketika gas ikutan diolah maka dapat mempengaruhi kualitas minyak, serta biaya operasional juga akan ikut meningkat.

Setiap harinya, berbagai negara produsen migas turut serta mengeluarkan gas dengan Fill Rite Flow Meter ikutan dengan jumlah antara 10 hingga 25 Bcf (Billion cubic feet). Tercatat hanya dua negara yaitu Rusia dan Amerika Serikat yang mengeluarkan gas ikutan melebihi jumlah tersebut.

Khusus untuk negara-negara di Eropa Barat, gas ikutan yang dibuang langsung ke udara jauh melebihi jumlah pemanfaatannya. Keadaan ini juga tidak jauh berbeda di negara lain. Berbeda halnya dengan minyak bumi, jumlah yang diproduksi sangat berimbang dengan jumlah penggunaanya.

Emisi karbon monoksida yang dikeluarkan oleh gas buang diperkirakan mencapai 1 hingga 4% dari total emisi di udara, selain emisi karbon monoksida, terdapat juga methane dan nitrous oxide. Umumya emisi tersebut sangat mengganggu masyarakat di area pembuangan, terutama dampak buruknya terhadap tanaman dan hewan.

Hasil pembakaran gas buang yang dibakar di udara akan mengeluarkan hawa panas, kilatan cahaya dan suara gaduh. Dampak buruk dari sisa gas ikutan terhadap lingkungan mungkin tidak akan dirasakan secara langsung, tapi beberapa tahun kedepan pasti akan dirasakan akibat-akibat dari pembuangannya.