Bagaimana Proses Pembentukan Dan Pendistribusian Minyak dan Gas Bumi?

      Comments Off on Bagaimana Proses Pembentukan Dan Pendistribusian Minyak dan Gas Bumi?

Kini, kami masuk ke dalam bagian pengolahan di kilang minyak. Pada kilang minyak, minyak akan mengalami sejumlah sistem yang menengahi komponen hidrokarbon, mengubah struktur, dan komposisinya sehingga diperoleh product yang berguna untuk bahan bakar, bahan baku industri dan juga produk-produk lainnya dengan pengukuran Macnaught Flow Meter.

Secara umum, pengolahan yang terjadi di dalam kilang minyak sanggup digolongkan jadi lima bagian, diantaranya:

Destilasi, yakni penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih. Proses ini sering disebut sebagai sistem primer sebab yang dihasilkan adalah produk-produk dasar, layaknya gas, nafta, dan minyak tanah.

Konversi, yakni sistem untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon.
Pengolahan (treatment), yakni buat persiapan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, termasuk untuk diolah jadi product akhir.

Formulasi dan pencampuran (blending), yakni pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan product akhir bersama dengan spesifikasi tertentu.
Proses lainnya, layaknya pengolahan limbah, penghilangan air asin (sour-water sripping), pendinginan, pembuatan hydrogen, dan lain-lain.

Bagaimana Proses Pendistribusian Minyak dan Gas Bumi?

Salah satu kanal distribusi minyak dan gas bumi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Proses distribusi menuju SPBU di awali dari pengangkatan minyak dari bawah permukaan tanah yang kemudian dibawa ke kilang penyulingan melalui pipa atau refinery. Terkadang minyak tidak dialirkan melalui pipa tetapi dalam drum atau barel dan dibawa bersama dengan kapal tanker ke refinery di area lain. Sampai disini, minyak tetap berwujud minyak mentah yang sering diinformasikan jadi acuan harga minyak dunia.

Setelah minyak mentah diproses lebih lanjut di refinery, komponen-komponennya akan dipisahkan berdasarkan berat kondensasinya. Biasanya, dari satu barel minyak mentah akan didapatkan 5 liter aspal, 6 liter LPG, 15 liter bahan bakar pesawat, 35 liter solar, 73 liter bensin, dan 25 liter product lainnya.

Setelah diolah, sistem selanjutnya adalah distribusi. Secara singkat, sistem distribusi minyak dan gas bumi meliputi total kronologis aktivitas pengangkutan mulai dari kilang dan/atau terminal, depot hingga penyaluran ke konsumen. Distribusi sanggup melalui pipa, kapal laut, truk, kereta api, pesawat udara, atau alat transportasi khusus, layaknya LNG Receiving Terminal.

Bensin yang telah disuling akan disita sampelnya dan masuk ke dalam laboratorium pengujian untuk diuji kandungannya. Bila telah lolos pengujian berdasarkan kadar oktan tertentu, maka bensin itu siap untuk dijual. Selanjutnya, bensin dialirkan ke bermacam terminal.

Di terminal, truk-truk tangki telah menunggu. Truk-truk itu akan mengantarkan bensin ke sejumlah POM bensin di sekitarnya. Jika letaknya terpencil, maka bensin diantarkan bersama dengan pesawat terbang. Bensin yang dibawa oleh truk tadi, akan disimpan di tangki bawah tanah tiap SPBU, lantas dipompa ke dispenser sebelum saat menuju ke nozzle. Kemudian, bensin baru dialirkan masuk ke dalam tangki kendaran bermotor.

Begitulah sistem memproses hingga pendistribusian minyak dan gas bumi yang mesti kami pahami bersama. Karena sistem memproses hingga pendistribusian minyak dan gas bumi tidaklah mudah, maka kami mesti membentuk kesadaran dan mesti membiasakan diri untuk lebih menghemat energi.

Semoga penghematan daya yang dijalankan kami sekarang sanggup berguna untuk anak-anak dan penduduk Indonesia mulai hari ini hingga masa depan nanti.