Apa Saja Tugas Dan Tanggung Jawabnya?

      Comments Off on Apa Saja Tugas Dan Tanggung Jawabnya?

Mungkin kita sering kali melihat {campaign|marketing campaign} keren di media sosial. Beberapa dari kita mungkin bisa bertanya-tanya mengapa bisa begitu. Nah, sosok di balik itu semua adalah social media strategist.

Dalam sebuah tim social media, seorang social media strategist memiliki peran penting dalam mengatur jalannya konten dan juga isi kontennya.

Lalu, apa saja itu social media strategist? Apa saja yang dilakukannya?

Apa Itu Social Media Strategist?
Jika merujuk pada We Are Social Media, social media strategist mungkin bisa dikatakan sebagai “one man for {everything|every thing|every little thing}” dalam tim.

Seorang strategist harus bisa menguasai semua apa yang dikerjakan oleh anggota tim lainnya.

Hal itu misalnya, mencari ide baru, membuat {campaign|marketing campaign}, menganalisis report, bahkan berkolaborasi dengan tim lainnya untuk memastikan apakah alur dalam media sosial berjalan dengan baik.

Menurut Marketing Schools, strategist banyak bekerja sama dengan pihak lain yang menjalankan social media {marketing|advertising|advertising}. Hal itu mulai darisocial media specialisthingga pihak lain di bidangmarketing.

Di beberapa agensi kecil, social media strategist adalah posisi tertinggi dalam tim media sosial sehingga tanggung jawab yang dimilikinya pun sangat banyak. Pasalnya, ia merangkap pula fungsi sebagai {manager|supervisor}.

Menjadi social media strategist mungkin terlihat tak mudah. Namun jika kamu memiliki {passion|ardour} dalam dunia media sosial kamu pasti akan cepat beradaptasi.

Memiliki pengetahuan yang luas mengenai media sosial dan memiliki kontrol untuk bereksperimen merupakan hal yang sangat menyenangkan, lho!

Baca Juga:Yuk, Memulai Karier Sebagai Social Media Marketing!

Tugas Social Media Strategist
Apa saja sih yang dihadapi dan perlu dikerjakan oleh seorang social media strategist setiap harinya? Dilansir dari We Are Social Media, tugas-tugas dari seorang strategist, di antaranya adalah:

* membuat {content|content material} calendar baik mingguan atau bulanan
* berinteraksi dengan {customer|buyer} dalam akun media sosial dari {brand|model} yang diurus
* membalas komentar, melempar pertanyaan, posting konten yang {engaging|partaking|participating}, dan mendorong para {customer|buyer} untuk meninggalkan {review|evaluate|evaluation} atau komentar
* mengoptimasi akun media sosial untuk terlihat lebih menarik, seperti profile {picture|image}, deskripsi, dan {call|name} to {action|motion}
* menganalisis dan {tracking|monitoring} hal-hal penting lainnya dari akun media sosial dengan menggunakan {tools|instruments} analisis
* mengevaluasi dan melakukan {action|motion} berdasarkan {insight|perception} yang ada
* mendorong tim untuk selalu memberikan ide-ide segar, memberi saran untuk konten dan juga {feedback|suggestions}
* melakukan sesi foto untuk {brand|model} atau produk
* bekerja sama dengan para influencer
* menciptakan {landing|touchdown} {page|web page} untuk launching produk
* mengarahkan {traffic|visitors|site visitors} untuk mengunjungi {website|web site}
* mengimplementasi strategi terbaik untuk setiap platform media sosial
* membuat strategi untuk meningkatkan subscriber dalam {email|e-mail|e mail}
* menciptakan konten yang {engaging|partaking|participating}
* mempersiapkan report analisis
* menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan jumlah followers

Social Media Strategist VS Social Media Manager
Beberapa di antara kamu mungkin masih bertanya-tanya apa perbedaan dari seorang strategist dan {manager|supervisor}. Mereka memang sama-sama mengepalai tim media sosial, namun ada beberapa hal yang dapat membedakannya.

Secara singkat, tugas social media strategist adalah melihat media sosial dengan gambaran yang besar dan bertanggung jawab atas segala strategi yang dibuatnya untuk mencapai {goals|objectives|targets} atau KPI.

Namun, strategist tak bertanggung jawab atas eksekusi di lapangan dan hal ini dipertanggungjawabkan oleh social media {manager|supervisor}.

Sementara itu, seorang {manager|supervisor} merupakan pengambil keputusan dalam sebuah tim media sosial.

Ia juga merupakan seorang thinker yang ikut memikirkan strategi-stategi apa yang tepat untuk media sosial {brand|model} atau perusahaan.

Semua {content|content material} plan dan juga proposal yang dibuat oleh para strategist akan diperiksa dan kurasi terlebih dahulu oleh {manager|supervisor} sebelum dieksekusikan.

Manager juga menyaring pekerjaan-pekerjaan dari anggota tim sebelum tayang ke media sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa strategist merupakan planner sedangkan {manager|supervisor} merupakan eksekutor.

Baca Juga: Yuk, Memulai Karier Sebagai Social Media Marketing!

Skill dan Kualifikasi Social Media Strategist
Menjadi seorang social media strategist dibutuhkan waktu sehingga memiliki pengalaman dan juga pengetahuan yang luas mengenai media sosial. Berikut adalah {skill|talent|ability} dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang strategist:

1. Kemampuan analisis
Skill dalam analisis merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh tiap strategist.

Mengapa? Tugas utama seorang strategist adalah menyusun strategi yang tepat agar konten atau {campaign|marketing campaign} dapat bekerja dengan baik di setiap platform media sosial.

Strategi yang baik tentunya didasari oleh analisis dan pembelajaran bisa dari report mingguan atau kasus yang terjadi.

2. Memiliki pemahaman yang baik
Seorang social media strategist harus memiliki pemahaman yang baik dari produk maupun {target|goal} audiens dari {brand|model} yang dipegangnya.

Pemahaman inilah yang merupakan dasar strategi yang dibuatnya. Konten yang diciptakan sebaiknya bukan sekadar konten untuk meramaikan akun media sosial saja.

Idealnya, konten yang dibuat bisa menjawab atau menjadi {problem|drawback|downside} solver dari masalah-masalah yang dihadapi oleh para followers atau {target audience|audience|target market}.

{3|three}. Kemampuan komunikasi
Walaupun bekerja di balik layar, {skill|talent|ability} komunikasi sangat dibutuhkan dalam menjadi social media strategist. Seorang strategist harus memiliki kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan.

Pasalnya, mereka akan bekerja sama dengan tim lainnya untuk menyempurnakan rencana atau strategi media sosial yang dibuatnya.

Tak hanya itu, strategist juga bekerja sama dengan para influencer dan harus menjalin hubungan yang baik agar terciptanya kerja sama yang baik juga.

Jenjang Karier Social Media Strategist
Menjadi social media strategist bukanlah sebuah puncak dari karier di media sosial. Jika kamu ingin lanjut dan terus mendalami dunia media sosial, kamu bisa meneruskannya untuk menjadi social media {manager|supervisor}.

Namun, jika kamu ingin mencari udara segar dan beralih dari media sosial, kamu bisa menjadi digital  agency jakarta {marketing|advertising|advertising} strategist. Hal ini karena posisi tersebut tidak berbeda jauh dengan social media strategist.

Selain itu, {community|group|neighborhood} {management|administration} juga bisa menjadi alternatif, lho!

Secara sederhana, menjadi strategist merupakan sebuah langkah awal di mana kamu bisa melangkah maju dengan alternatif pilihan karier lainnya.

Dengan menjadi strategist kamu akan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas sehingga sangat tepat untuk menjadi bahan belajar dan bekal untuk naik {level|degree|stage} berikutnya.

Dunia media sosial memang sangat luas dan seru kan? Untuk terus mengasah kreativitas dan ide-ide seru lainnya dapat dimulai dari terjun langsung ke bidang ini.

Apakah kamu tertarik untuk mendalami dunia media sosial? Yuk, {sign up|enroll|join} dan cari kesempatan lowongan kerja media sosial di Glints!